Rabu, 15 Agustus 2018

Mengenal Bagian- Bagian Lagu

OLDVILL OFFICIAL

oldvillofficial.blogspot.com

Mengenal Bagian – Bagian Lagu Lagu yang terwujud dari tangan-tangan hasil buah pikiran musisi nyatanya bukannya tak mempunyai ketentuan. Dalam tiap-tiap lagu telah ada susunan lagu agar setiap lagu yang dihasilkan mempunyai prestige sendiri. Susunan lagu ini tidak selamanya ada dalam tiap-tiap lagu. Sebagian Band bahkan juga mempunyai ciri khas dalam menggodok susunan lagu mereka. Berikut adalah bagian – bagian yang ada dalam sebuah lagu yang tentunya sering kita tau seperti reff,verse,dll, Apakah kita tau apa yang dimaksut dengan verse,reff dll?. Langsung aja Cihuuy 

1. Intro/Introduction

Intro adalah awal dari sebuah lagu yang merupakan pengantar lagu tersebut. Intro juga berfungsi memberikan waktu untuk penyanyi dan pendengar mempersiapkan diri sebelum lagu benar-benar dimainkan. Biasanya musik pengisi intro bisa berupa musik instrumental atau suara vokal yang nadanya diambil dari reff lagu. Namun ada juga yang membuat nada intro sendiri yang berbeda dengan nada ditengah lagu. Intro juga terbagi menjadi Intro awal, Intro tengah dan Intro akhir. Intro awal terletak di awal lagu. Intro tengah biasanya diletakkan setelah Reff/Chorus dan Intro akhir pada Coda/Ending.

2.Verse

Bisa disebut juga bait. Verse adalah pengantar sebuah lagu sebelum lagu masuk ke bagian Chorus. Verse sering disebut bagian “basa-basi” dari sebuah lagu. Sebuah lagu yang baik bahkan memiliki Verse yang kuat secara melodik dan harmonik yang tidak kalah dengan bagian reff-nya. Bagian Verse bukan merupakan bagian yang klimaks pada lagu. Hanya berupa pengantar dan berisi kalimat-kalimat pembuka. Kebanyakan detail lagu berada di bagian Verse yang menceritakan lebih banyak ketimbang bagian Reff/Chorus.

3. Bridge

Bridge adalah sebuah bagian lagu yang bukan merupakan verse atau chorus. Bridge ini biasanya dipakai untuk menjembatani antara bagian-bagian lagu. misalnya menjembatani antara Chorus dengan Verse atau sebaliknya bahkan Bridge juga dipakai untuk menjembatani antara Chorus dengan Chorus yang Modulasi (naik nada dasar), sehingga Modulasi tidak terdengar ganjil. Nada yang dimainkan pada Bridge biasanya dibuat sangat berbeda dengan nada pada Verse dan Chorus. Namun tetap melihat unsur keselarasan karena fungsi Bridge itu sendiri adalah jembatan penghubung antara kedua bagian yang berbeda sehingga pergantian dari Verse ke Chorus tidak terdengar janggal. Untuk beberapa lagu ada yang menggunakan Bridge dan ada yang tidak. Lagu yang menggunakan Reff biasanya tidak menggunakan Bridge.

4. Chorus dan Reffrain (Reff)

Chorus dan Reff sebenarnya berbeda, persamanannya hanyalah keduanya adalah inti pesan/inti cerita dari lagu. Banyak yang keduanya seringkali tertukar. Perbedaan Chorus dan Reff adalah:

Chorus merupakan bagian yang paling ditunggu-tunggu dalam sebuah lagu, biasanya statement atau misi utama lagu ada di bagian ini. Chorus memiliki nilai excitement yang lebih tinggi dari Verse. Nada yang terdapat pada Chorus biasanya sudah merupakan pengembangan lebih lanjut dari Verse, yang mengandung lompatan klimaks. Chorus menggunakan pola nada yang berbeda dan lebih nyaman daripada Verse, kord yang digunakan pun berbeda dengan Verse.

Reff lebih sederhana daripada Chorus, Reff/Reffrain yang bermakna pengulangan biasanya menggunakan bagian lain dari lagu (biasanya Verse) untuk diulang di bagian ini. Notasi pengulangannya sama dan syairnya pun sama, namun tidak menutup kemungkinan syairnya dimodifikasi, namun notasi atau nadanya tetap menggunakan nada yang sama. Inilah yang seringkali tertukar, Reff dianggap Chorus dan demikian sebaliknya.

Contoh lagu dengan penggunaan reff yang hampir mirip dengan penjelasan diatas adalah Ode to My Family yang dibawakan oleh The Cranberries.

5. Interlude

Interlude merupakan bagian kosong pada lagu seperti layaknya ‘intro’ tp berada di tengah2 lagu. Interlude ini bagian yang menyambungkan Bait/Verse dengan Verse atau Verse dengan Chorus. Bedanya dengan Intro Tengah adalah dari nada yang digunakan. Tidak terdapat syair dalam Interlude ini. Contoh perbedaan Intro tengah dan Interlude dapat disimak pada lagu Hysteria dari Muse.

6. Modulasi

Beberapa sumber ada yang menyebutnya sebagai ‘Overtone’, namun ane tidak akan menggunakan kata itu dan prefer ke Modulasi, yang artinya adalah perpindahan nada dasar dari suatu lagu. Jika kita pernah menyanyikan Reff/Chorus suatu lagu dan tiba-tiba Reff tersebut menjadi lebih tinggi dari sebelumnya, maka itulah yang disebut dengan Modulasi. Biasanya Modulasi ini terjadi sesudah Chorus dan diiringi dengan Bridge agar tidak terdengar janggal. Modulasi diakhir lagu (sedudah Chorus) bisa menciptakan klimaks yang lebih tinggi dari Chorus/Reff. Namun Modulasi juga bisa terjadi bersamaan saat Reff/Chorus.

Contoh lagu yang mengalami Modulasi saat Reff/Chorus :

-Sing For Absolution by Muse
-Jika by Melly ft.Ari Lasso.
-Separuh Aku by Noah.

Lagu yang mengalami modulasi setelah sebelumnya Chorus/Reff normal :

-Rumah Kita by Indonesian Voices
-Biarlah by Killing Me Inside

7. Ending, Coda dan Outro

Ketiga elemen ini terdapat dalam akhir lagu. Tapi mereka punya fungsi yang berbeda-beda.

Ending adalah bagian penutup dari sebuah lagu. Ending berfungsi agar lagu berakhir lancar, smooth (mulus), dan tidak berhenti secara mendadak. Ending bisa berupa bagian intro yang diulang, bisa juga berupa bagian akhir lagu yang diulang-ulang dan berakhir fade out (perlahan-lahan suaranya mengecil dan menghilang). Ini sering terdapat di lagu-lagu lawas. Namun banyak juga lagu baru yang masih menggunakan penutup lagu seperti ini.

Contoh Lagu : 

-Kupu-Kupu Kertas by Ebiet G. Ade
-Hey Ya by Outkast

Coda disebut juga ‘ekor’, merupakan bagian akhir lagu yang berisi nada dan syair untuk menutup lagu. Berbeda dengan Bridge, Coda mengambil beberapa lirik dan nada yang sudah ada sebelumnya pada lagu serta tidak berakhir Fade Out seperti pada Ending.

Contoh Lagu :

-We Are Young by Fun.
-Yellow by Coldplay.

Outro merupakan akhir dari lagu yang hanya berisi instrumen musik saja atau tanpa syair. Nada yang digunakan berbeda dengan nada-nada sebelumnya, atau hanya memodifikasi nada sebelumnya untuk mengakhiri lagu dengan lembut dan tidak terkesan berhenti secara tiba-tiba atau janggal.

Contoh Lagu :

-Promises by The Cranberries.
-California by Phantom Planet.

8. + Solo Instrument

Bagian ini merupakan bagian sang pemain instrument menunjukkan permainan instrumentnya tanpa diselingi oleh suara penyanyi. Jika ada suara penyanyipun paling cuman sebagai pengisi suara latar saja yang lebih mengedepankan permainan instrument musik.

~ SELALU ENJOY~

Selasa, 14 Agustus 2018

Mengenal Pembentukan Akor dari Tangga Nada C Mayor

OLDVILL OFFICIAL

oldvillofficial.blogspot.com

MENGENAL PEMBENTUKAN AKOR DARI TANGGA NADA C MAYOR

Setiap pertama belajar gitar, temen yang mengajari anda selalu langsung mengajari akor. iya langsung akor, yang jadi pertanyaan adalah dari mana akor itu terbentuk?

didalam tulisan ini saya menggunakan istilah "Akor" atau "Chord" soalnya dari buku yang saya baca selalu menggunakan istilas tersebut, contoh didalam buku (Istilah-istilah Musik) yang di tulis oleh Latifah Kodijat tahun 1983

menurut pendapat Moh. Muttaqin, Dkk (2007, 105). Landasan harmoni ialah susunan vertikal yang biasanya terdiri dari tiga atau empat nada. Sebuah akor yang terdiri dari tiga nada, yang setiap nadanya terpisah satu sama lain oleh interval tiga (third), disebut trinada (triad). Jika dibangun di atas nada pertama maka ia disebut trinada Tonika. 

Untuk lebih mudah sebelum membentuk akor, sebaiknya mengenali tangga nada terlebih dahulu. contoh:

tangga nada C mayor terdiri dari nada (C,D,E,F,G,A,B,C). untuk membentuk akor dengan menggunakan tangga nada ini caranya sangat mudah yaitu dengan mengambil trinada dari setiap nada yang ingin dijadikan nada dasar. CONTOH (C=1, D=2, E=3, F=4, G=5, A=6, B=7, C=1'). atau (C=DO, D=RE,  E=MI,  F=FA, G=SOL, A=LA, B=SI, C=DO) RUMUSNYA ADALAH (nada 1, nada 3 dan nada 5) atau nada (Do, nada MI dan nada SOL) atau (nada C, nada E dan nada G) maka akan terbentuk akor C mayor. dan untuk selanjutnya, anda bisa membentuk akor-akor yang lain, misalkan akor D minor, nada-nada yang diperlukan saat membentuk akor D minor adalah (nada 2, nada 4 dan nada 6) atau (RE, FA dan LA) atau (nada D, nada F dan nada A). selanjutnya E minor (3, 5, 7) atau (MI, SOL, SI) atau (F, A dan C). kemudian akor F mayor (4, 6, 1) atau (FA, LA dan DO) atau (F, A dan C). kemudian G mayor (5, 7, 2) atau (SOL, SI dan RE) atau (G, B, dan D). kemudian akor A minor (6, 1, 3) atau (LA, DO daN MI) atau (A, C, E). kemudian akor B diminis (7, 2, 4) atau (SI, RE dan FA) atau (B, D dan F).

jadi dengan menggunakan tangga nada C mayor kita bisa membentuk akor dan progresinya

(C, D, E, F, G, A, B, C)

akor C mayaor = (C, E, G)

akor D minor = (D, F, A)

akor E minor = (E, G, B)

akor F mayor = (F, A, C)

akor G mayor = (G, B, D)

akor A minor = (A, C. E)

akor B diminis = (B, D, F)

progresi dari akor diatas adalah 

C mayor, D minor, E minor, F mayor, G mayor, A mayor, B diminis, C mayor.

pertanyaan terakhir adalah mengapa akor D, E dan A akornya minor bukan mayor dan juga akor B akor diminis?  


jadi tangga nada C mayor juga merupakan tangga nada natural. yang dimaksud natural adalah tidak ada nada yang di kurangi setengah (mol b) atau dinaikan setengah (kres #). jika ingin membentuk akor D mayor anda harus menaikan setengah pada nada empat  CONTOH (2, 4#, 6) atau (RE, Fi, LA) atau (D, FIS, A) sehingga mengakibatkan nada F menjadi Fis, hal ini akan mengubah tangga nada yang menjadi dasar pembuatan akor. begitu juga yang terjadi pada akor E minor, A minor dan B diminis.


MENGENAL PEMBENTUKAN AKOR DARI TANGGA NADA C MAYOR

Setiap pertama belajar gitar, temen yang mengajari anda selalu langsung mengajari akor. iya langsung akor, yang jadi pertanyaan adalah dari mana akor itu terbentuk?

didalam tulisan ini saya menggunakan istilah "Akor" atau "Chord" soalnya dari buku yang saya baca selalu menggunakan istilas tersebut, contoh didalam buku (Istilah-istilah Musik) yang di tulis oleh Latifah Kodijat tahun 1983

menurut pendapat Moh. Muttaqin, Dkk (2007, 105). Landasan harmoni ialah susunan vertikal yang biasanya terdiri dari tiga atau empat nada. Sebuah akor yang terdiri dari tiga nada, yang setiap nadanya terpisah satu sama lain oleh interval tiga (third), disebut trinada (triad). Jika dibangun di atas nada pertama maka ia disebut trinada Tonika. 

Untuk lebih mudah sebelum membentuk akor, sebaiknya mengenali tangga nada terlebih dahulu. contoh:

tangga nada C mayor terdiri dari nada (C,D,E,F,G,A,B,C). untuk membentuk akor dengan menggunakan tangga nada ini caranya sangat mudah yaitu dengan mengambil trinada dari setiap nada yang ingin dijadikan nada dasar. CONTOH (C=1, D=2, E=3, F=4, G=5, A=6, B=7, C=1'). atau (C=DO, D=RE,  E=MI,  F=FA, G=SOL, A=LA, B=SI, C=DO) RUMUSNYA ADALAH (nada 1, nada 3 dan nada 5) atau nada (Do, nada MI dan nada SOL) atau (nada C, nada E dan nada G) maka akan terbentuk akor C mayor. dan untuk selanjutnya, anda bisa membentuk akor-akor yang lain, misalkan akor D minor, nada-nada yang diperlukan saat membentuk akor D minor adalah (nada 2, nada 4 dan nada 6) atau (RE, FA dan LA) atau (nada D, nada F dan nada A). selanjutnya E minor (3, 5, 7) atau (MI, SOL, SI) atau (F, A dan C). kemudian akor F mayor (4, 6, 1) atau (FA, LA dan DO) atau (F, A dan C). kemudian G mayor (5, 7, 2) atau (SOL, SI dan RE) atau (G, B, dan D). kemudian akor A minor (6, 1, 3) atau (LA, DO daN MI) atau (A, C, E). kemudian akor B diminis (7, 2, 4) atau (SI, RE dan FA) atau (B, D dan F).

jadi dengan menggunakan tangga nada C mayor kita bisa membentuk akor dan progresinya

(C, D, E, F, G, A, B, C)

akor C mayaor = (C, E, G)

akor D minor = (D, F, A)

akor E minor = (E, G, B)

akor F mayor = (F, A, C)

akor G mayor = (G, B, D)

akor A minor = (A, C. E)

akor B diminis = (B, D, F)

progresi dari akor diatas adalah 

C mayor, D minor, E minor, F mayor, G mayor, A mayor, B diminis, C mayor.

pertanyaan terakhir adalah mengapa akor D, E dan A akornya minor bukan mayor dan juga akor B akor diminis?  


jadi tangga nada C mayor juga merupakan tangga nada natural. yang dimaksud natural adalah tidak ada nada yang di kurangi setengah (mol b) atau dinaikan setengah (kres #). jika ingin membentuk akor D mayor anda harus menaikan setengah pada nada empat  CONTOH (2, 4#, 6) atau (RE, Fi, LA) atau (D, FIS, A) sehingga mengakibatkan nada F menjadi Fis, hal ini akan mengubah tangga nada yang menjadi dasar pembuatan akor. begitu juga yang terjadi pada akor E minor, A minor dan B diminis.

Senin, 13 Agustus 2018

Pelajaran Gitar Untuk Pemula

OLDVILL OFFICIAL
oldvillofficial.blogspot.com


Cara Bermain Gitar Fingerstyle

PELAJARAN GITAR UNTUK PEMULA

Dalam pelajaran gitar pemula ini , kita akan belajar cara memainkan gitar fingerstyle. Fingerstyle adalah gaya musik yang bagus untuk dipelajari baik untuk gitar akustikmaupun gitar listrik. Ini cenderung terdengar sangat mirip piano karena Anda memainkan bagian-bagian bass dan bagian-bagian melodi pada saat yang sama. Gitar Fingerstyle adalah gaya musik yang sempurna untuk bermain tanpa musisi lain. Dalam pelajaran ini, kita akan membahas banyak hal yang berbeda, jadi jangan khawatir jika Anda perlu mengambil satu langkah pada satu waktu dan kembali ke pelajaran ini beberapa kali. Setelah Anda menyelesaikan semua teknik ini, ada trek macet yang dapat Anda unduh untuk menerapkan keterampilan baru Anda ke musik.

FINGERSTYLE JAM TRACK

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari pelajaran ini, Anda harus memiliki dasar-dasar gitar di bawah ikat pinggang Anda. Anda dapat mempelajari dasar-dasar tersebut di Seri Start Cepat Gitar Pemula kami .

Nama Jari

Sebelum masuk ke teknik fingerpicking, penting bagi Anda untuk mengetahui jari-jari mana yang harus Anda gunakan ketika membaca lembaran musik. Pada diagram di bawah ini Anda dapat melihat huruf-huruf yang mewakili masing-masing jari. Huruf-hurufnya berasal dari kata-kata Spanyol untuk setiap jari. Biasanya, jari kelingking tidak digunakan di jari-jari gitar, jadi itu tidak berlabel.

Menggunakan Jempolmu

Kami akan mulai dengan memahami menggunakan jempol Anda saat melakukan fingerpicking. Dengan latihan ini, Anda hanya akan bermain not seperempat dengan ibu jari saat Anda beralih di antara tiga senar bawah.

Menggunakan Jari Anda

Selanjutnya, kami akan bekerja menggunakan jari Anda untuk memilih string. Latihan ini mirip dengan yang sebelumnya. Anda akan menggunakan jari telunjuk Anda untuk memilih not seperempat pada tiga senar teratas.

Latihan Thumb & Fingers

Setelah Anda terbiasa menggunakan jempol dan jari Anda secara terpisah, kami akan mencoba menggabungkannya. Ambil yang bagus dan lambat dan cobalah bergantian antara menggunakan ibu jari Anda untuk memainkan senar E rendah dan menggunakan jari Anda untuk memainkan string G, B, dan E.

Teknik Bergulir

Rolling adalah teknik yang jauh lebih menantang untuk dikuasai. Anda mungkin perlu meluangkan lebih banyak waktu untuk latihan sebelumnya sebelum mencoba untuk menantang beberapa latihan yang lebih sulit ini. Bergulir adalah ketika Anda menggunakan jari-jari Anda untuk naik dan turun senar saat memainkan akord.

Bergulir Latihan

Pertama, kami akan mencoba menggulung. Jangan ragu untuk mengerjakan ini sepelan mungkin Anda harus membuatnya terdengar bersih. Jika Anda perlu, Anda mungkin ingin mengaitkan tangan Anda di tubuh gitar dengan pergelangan tangan atau jari kelingking Anda.

Bergulir Latihan

Selanjutnya, kami akan mencoba turun. Bagi sebagian orang, ini sedikit lebih menantang, jadi tidak ada yang salah dengan memperlambatnya jika perlu. Coba mainkan latihan di bawah ini.

Latihan Bergilir

Sekarang Anda sudah terbiasa dan bergulir secara individual kami akan mencoba menggabungkan dua teknik sehingga Anda dapat melakukan latihan yang menggelinding ini.

Teknik Bass Konstan

Teknik umum yang digunakan dalam musik fingerstyle adalah teknik bass konstan. Teknik ini pada dasarnya ketika ibu jari Anda memainkan nada bass pada saat yang sama saat jari-jari Anda memainkan melodi. Teknik ini sangat bagus untuk gitar solo karena Anda pada dasarnya adalah pengiring Anda sendiri.

Latihan pertama ini sangat sederhana. Kami akan menggunakan kunci C di seluruh latihan ini. Anda hanya akan memainkan not seperempat pada senar A dengan jempol Anda sambil mencibir seluruh nada.

Latihan 1

Setelah selesai, Anda dapat mencoba menambahkan catatan C pada string B. Dibutuhkan koordinasi untuk membuatnya terdengar bersih, tetapi Anda dapat merasa bebas untuk mengambil waktu dan memperlambatnya sebanyak yang mungkin Anda perlukan.

Latihan # 2

Aplikasi Musik

Sekarang setelah Anda memiliki gagasan tentang cara menggunakan semua teknik dasar, kami akan menerapkan semuanya pada musik. Klik tautan di bawah video untuk mengunduh jalur macet. Ini adalah trek sederhana yang hanya berada pada kunci C mayor sehingga Anda dapat mengerjakan semua teknik ini.


"Kami ingin membantumu memulai gitar dengan pelajaran selangkah demi selangkah" - Oldvill Official

Selalu enjoy!

Kamis, 09 Agustus 2018

5 Cara Cepat Dalam Belajar Gitar Fingerstyle yang Wajib Kamu Ketahui

OLDVILL OFFICIAL

oldvillofficial.blogspot.com


5 Cara Cepat Dalam Belajar Gitar Fingerstyle Secara Otodidak



Hallo Sahabat Oldvill Kali ini saya ingin memberikan 5 cara cepat dalam belajar Fingerstyle.
Tekhnik bermain gitar yang satu ini merupakan paling diminati dan sulit untuk menguasainya. Walaupun begitu tentu bukan mustahil bila kita belajar dan berlatih terus-menerus. Fingerstyle yang dikenal dengan permainan gitar dengan menggunakan petikan gitar dengan hampir semua jari. Ketepatan dan ketelitian saat memetik gitar sangat diperlukan dalam menggunakan teknik ini. 



Mengapa fingerstyle ini banyak diminati karena suara yang dihasilkan oleh gitar tersebut lebih berwarna dan sangat enak untuk didengar dan tidak monoton seperti hanya mengenjreng saja. Nada –nada juga terasa lengkap dikarenakan perpaduan antara petikan bass dan petikan melodinya

Di dalam fingerstyle ini terdapat seorang master dan tentunya sangat ahli dalam bermain gitar dengan tekhnik ini. Siapa lagi kalau bukan sungha jung, gitaris muda asal korea selatan ini sangat mahir dalam bermain fingerstyle dan dia termasuk salah satu panutan dan idola saya bermain gitar saat ini.

Fingerstyle bisa dikuasai oleh semua gitaris pemula asalkan dengan latihan dan latihan terus menerus bukan tidak mungkin kita akan ahli dalam memainkanya. Tentunya dengan otodidak pun mudah untuk dipelajari asalkan tahu dasar pembelajaran sampai tahap yang sudah professional. Untuk itu saya akan membeikan tips tentang cara bermain gitar dengan tekhnik fingerstyle dengan otodidak

1       1. Mengerti kunci-kunci dasar

Disini sangat dasar sekali tentang pembelajaran saat bermain gitar. Kita harus hapal tentang chord/kunci gitar sebanyak-banyaknya karena dengan  begitu kita bisa mudah dalam menentukan chord mana tepat dan sesuai yang akan dipakai saat bermain fingerstyle ini.

2       2. Melakukan senam jari

Latihan ini juga cukup sederhana, anda cukup meletakkan jari anda pada suatu fret, dimulai dengan jari pertama anda (jari telunjuk) sambil memetik senar tersebut, kemudian lanjut ke fret lain menggunakan jari kedua (jari tengah) dan memetiknya, selanjutnya menggunakan jari ketiga (jari manis) untuk menekan senar pada fret tertentu kemudian memetiknya dan terakhir menggunakan jari keempat (kelingking) pada fret tertentu dan memainkannya, kemudian anda dapat membaliknya dari jari 4 – jari 1. Untuk pemula sebaiknya gunakan pola berikut ini untuk berlatih cara cepat bermain gitar.

 

 

3       3. Belajar memetik senar dengan semua jari

Tentunya harus sering latihan untuk bisa lihai dalam memetik setiap senar gitar. Untuk senar yang dipetik dengan jari untuk lebih mudah bisa dilakukan dengan teknik

Jari jempol untuk senar nomor 4,5,6

Jari telunjuk untuk senar nomor 3

Jari tengah untuk senar nomor 2

Jari manis untuk senar nomor  1

Untuk pertama kali mencoba pasti membinggungkan dan cukup sulit tapi lama-kelamaan akan terbiasa dan hapal dengan sendirinya.

4    4.  Mencari lagu yang dengan chord mudah

Nah ini merupakan praktek dari dua teori diatas. Untuk pemula kita tidak usah belajar fingerstyle yang sulit dulu. Carilah lagu dengan chord dasar yang mudah untuk cepat bisa menguasainya. Dan insting music kita juga akan diuji dalam menentukan petikan yang benar agar bisa menghasilkan nada nada yang enak untuk di dengar.

5        5. Practice make perfect

Yang terakhir dalam mempelajari fingerstyle adalah latihan dan terus latihan setiap hari. Mengapa demikian dikarenakan agar cepat mahir menguasainya dalam waktu yang singkat.

Tahap no 5 ini sangatlah sulit untuk dilakukan meskipun keliatannya sepele tapi banyak sekali gangguan yang dapat menghalangi dalam hal latihan contohnya rasa malas yang dapang tiba-tiba dan mungkin rasa bosan dalam bermain gitar yang monoton dan tetap begitu saja. Semua halangan diatas bisa kita taklukkan dengan niat yang teguh dan tentunya rasa kecintaan kita terhadap permainan gitar. Semua yang terasa bosan akan jadi menyenangkan jika didasari dengan rasa cinta.

Demikian 5 Cara cepat dalam belajar gitar fingerstyle secara otodidak. Semoga bisa bermanfaat dan tentunya membantu dalam hal bermain gitar. Terima kasih telah berkunjung ke blog Oldvill Official

Enjoy Selalu!


Jika Sahabat Oldvill masih kebingungan sahabat bisa menghubungi salah satu Fingerstyle kami di Instagramnya @danuralmth disana ia akan dengan senang mengajarkan kalian sampai bisa memainkan teknik Fingerstyle.

Konstruksi, Aksesoris, dan Tala / Setem Gitar

OLDVILL OFFICIAL


KonstruksiSunting

Tubuh gitar terdiri dari tiga bagian utama yaitu kepala, leher dan badan. Pada bagian kepala terdapat mesin penala dawai. Dawai gitar yang berjumlah enam utas masing-masing diikatkan pada enam buah pasak yang merupakan bagian dari mesin penala. Bagian leher terdapat di antara kepala dan badan. Bagian muka leher yang masuk hingga kira-kira seperempat papan muka dari badan gitar, merupakan papan jari yang memiliki 19 pembatas dari logam yang dikenal dengan sebutan fret. Fungsinya adalah untuk memproduksi tingkat ketinggian nada yang berbeda dengan jalan menempatkan jari-jari pada ruang-ruang di antara logam-logam fret. Bagian badan gitar berfungsi sebagai tabung resonator untuk memperbesar bunyi yang dihasilkan oleh getaran dawai. Papan muka pada badan gitar yang bahan kayunya lebih tipis dibanding papan belakang dan samping, disebut juga sebagai papan suara. Pada papan suara terdapat lobang suara untuk mengeluarkan hasil produksi bunyi. Pada dasarnya bunyi gitar dihasilkan oleh getaran dawai-dawai yang terentang di antara batang penyanggah dawai yang merupakan pembatas antara kepala dan leher (disebut nut) dengan gading pembatas (disebut bridge) pada pangkal pengikat dawai di atas papan suara (disebut base).

AksesorisSunting

Walaupun gitar sudah dapat dimainkan tanpa alat-alat berikut, namun penggunaan berbagai aksesoris dapat dipakai untuk mempermudah dalam memegang dan memainkan gitar.

StrapSunting

Strap gitar digunakan untuk menggantung gitar melalui bahu, agar bisa bermain gitar sambil berdiri dengan mudah. Strap berbetuk secarik kain dengan penebalan kulit sintetis di kedua ujungnya, di mana panjangnya dapat diatur untuk menyesuaikan posisi favorit dari pemain gitar tersebut.

Gitar memiliki beragam jenis perlengkapan untuk memasangkan strap. Perlengkapan paling umum adalah menggunakan pin strap, yang berupa silinder logam yang ditancapkan ke gitar menggunakan sekrup. Secara umum, dua buah pin strap selalu terdapat pada semua gitar elektrik dan banyak gitar akustik. Pin strap oleh sebagian orang lalu diganti dengan strap berpengunci (strap locks) yang dapat menghubungkan gitar dan strap dengan lebih aman.

Pin strap bawah biasanya terletak di bagian dasar badan gitar. Sedangkan pin strap atas umumnya terletak di sekitar ujung atas dari badan gitar, dengan posisi tepatnya yang berbeda-beda. Posisi paling umum adalah di lengkungan badan atas gitar, di ujung dari upper hornataupun di sambungan leher gitar (heel). Beberapa gitar elektrik, terutama gitar dengan bentuk badan yang aneh, memiliki pin strap yang dipasang di bagian belakang badan gitar, baik salah satu pin maupun keduanya. Terdapat pula pin starp atas yang dipasang di bagian kepala gitar.

Beberapa gitar akustik hanya memilik satu pin strap, yaitu di dasar badan gitar. Untuk itu ujung strap lainnya harus diikatkan ke kepala gitar. Namun, beberapa gitar akustik dibuat tanpa pin strap sama sekali.

PlektrumSunting

Artikel utama untuk bagian ini adalah: Plektrum

Beragam contoh plektrum

Plektrum (atau biasa disebut pick) adalah sepotong kecil material keras yang umumnya dipegang dengan jempol dan telunjuk dan digunakan untuk memetik dan membunyikan senar. Plektrum secara umum lebih sering digunakan untuk permainan gitar elektrik. Walaupun bahan utama pembuat plektrum adalah plastik, terdapat pula plektrum dari bahan lain, seperti tulangkayulogam, ataupun tempurung kura-kura. Tempurung kura-kura adalah bahan yang paling sering digunakan pada era awal pembuatan plektrum. Tetapi seiring dengan kura-kura yang terancam punah dan menjadi hewan dilindungi, tempurung kura-kura tidak lagi digunakan sebagai bahan pembuat plektrum.

Bentuk dan ukuran plektrum sangatlah beragam. Ukuran plektrum bervariasi mulai dari plektrum kecil untuk jazz hingga plektrum besar untuk bass. Ketebalan plektrum juga memengaruhi penggunaannya. Plektrum yang lebih tipis (antara 0,2 sampai 0,5 mm) biasanya digunakan untuk permainan rhythm, sedangkan plektrum yang lebih tebal (antara 0,7 hingga 1,5+ mm) biasanya digunakan untuk permainan melodi.

Suara gitar khas ala Billy Gibbons disebut-sebut dikarenakan ia menggunakan koin Amerika atau koin Meksiko sebagai plektrum. Hal serupa terjadi pada Brian May yang menggunakan koin Inggris sebagai plektrum. Lain halnya dengan David Persons yang dikenal menggunakan plektrum dari kartu kredit usang yang dipotong dengan ukuran yang tepat.

Tala/SêtémSunting

Gitar adalah sebuah instrumen transposing, di mana suara titinadanya satu oktaf lebih rendah dari yang tertulis pada skor/lembaran musiknya.

Berbagai variasi tala pada gitar dapat saja digunakan, tergantung dari pemainnya. Tala yang paling umum digunakan — yang dikenal sebagai "Standard Tuning" — menggunakan senar yang ditala dari E rendah ke E tinggi, dengan melintasi rentang dua oktaf (EADGBe). Jika keenam senar dibunyikan secara terbuka (open string) maka akan menghasilkan chord Em7/add11.

Titinadanya adalah sebagai berikut:

SenarNotasi ilmiahNotasi HelmholtzFrekuensipertamaE4e'329,63 HzkeduaB3b246,94 HzketigaG3g196,00 HzkeempatD3d146,83 HzkelimaA2A110 HzkeenamE2E82,41 Hz

Tabel berikut menunjukkan titinada yang dilintasi keenam senar pada tala standar, dari fret nol (nut) hingga fret dua belas.

0123456789101112EFF♯GA♭AB♭BCC♯DE♭EBCC♯DE♭EFF♯GA♭AB♭BGA♭AB♭BCC♯DE♭EFF♯GDE♭EFF♯GA♭AB♭BCC♯DAB♭BCC♯DE♭EFF♯GA♭AEFF♯GA♭AB♭BCC♯DE♭E

Gitar yang menggunakan tala standar dapat dengan mudah untuk ditala, dengan fakta bahwa nada pada fret kelima sama dengan nada pada senar terbuka (open string) sebelumnya; sebagai contoh, nada pada fret kelima pada senar keenam memiliki nada yang sama dengan senar terbuka kelima. Pengecualian pada hal ini terjadi antara senar kedua dan ketiga, di mana nada fret keempat pada senar ketigalah yang sama dengan senar terbuka kedua.

Tata tala standar telah banyak berkembang untuk menyediakan keselarasan antara pemosisian jari yang sederhana untuk chord (akor) umum dan kemampuan untuk memainkan scale (tangga nada) umum dengan pergerakan jari seminimal mungkin. Uniknya, tala gitar memiliki pola pengulangan, di mana hal ini mempermudah dalam memainkan tangga nada umum. Terdapat pula variasi dan pengembangan terhadap tala alternatif. Tala alternatif digunakan untuk dua alasan utama: kemudahan dalam bermain dan variasi nada yang dapat dihasilkan.

Banyak gitaris yang menggunakan sebuah variasi tala yang ditemukan berabad lalu, di mana senar terrendah 'diturunkan' satu nada penuh (whole tone). Dikenal sebagai tala "Drop-D" di mana urutan titinada senar terbukanya dari rendah ke tinggi adalah DADGBe. Hal ini memungkinkan permainan bass dominan dan tonic senar terbuka dalam kunci D dan D-minor. Hal tersebut juga mempermudah dalam memainkan powerchordsEddie Van Halenseringkali menggunakan sebuah alat yang ia patenkan yang bernama "D Tuna". Alat tersebut berupa tuas kecil yang terhubung ke fine tuner senar keenam pada tremolo Floyd Rose miliknya, yang membuatnya dapat menurunkan nada senar tersebut dari E ke D dengan mudah. Pada era modern, banyak grup rock kontemporer yang melakukan perubahan tala senar dengan penurunan beberapa semi-nada, menghasilkan tala "Drop-C" atau "Drop-B" sebagai contohnya. Bagaimanapun penggunaan istilah ini kurang konsisten. Terminologi "drop-D" selain digunakan untuk menggambarkan "drop-D" yang sebenarnya (di mana senar terakhir diturunkan 1 nada), istilah tersebut terkadang juga salah digunakan untuk menggambarkan tala "Standar" berbasis D yang sebenarnya dinamakan "D-Standard" (DGCFAd').

Seperti halnya dengan instrumen berdawai lainnya, dimungkinkan menggunakan sejumlah besar scordaturapada gitar. Bentuk umum scordatura termasuk menurunkan tala senar ke-3 menjadi F♯ untuk meniru tala standar dari lute, terutama ketika memainkan lagu-lagu opera renaissance yang sebenarnya ditulis untuk lute.

JENIS - JENIS GITAR / GUITAR

OLDVILL OFFICIAL

oldvillofficial.blogspot



JENIS-JENIS GITAR

Secara kasar jenis gitar dapat dibagi atas gitar akustik dan gitar elektrik

Chord guitar

Tablare gitar, fret senar dan tangga nada

Gitar fret dan tangga nada

Bentuk tablare gitar lain. Sebuah tab gitar dibaca dari kiri ke kanan seperti ketika anda membaca normal. Jika kita lihat pada contoh tab di atas, maka yang pertama harus anda mainkan adalah dari senar D pada fret 0, senar G pada fret 2, senar B pada fret 3 dan selanjutnya.

Tak hanya dimainkan satu persatu, tab juga bisa dimainkan beberapa senar sekaligus. Contohnya yaitu pada sebuah chord gitar, dibawah ini adalah gambar chord gitar D menggunakan tab.

Diatonic scale on C, guitar tablature. 

Gitar akustikSunting

Sebuah gitar akustik.

Gitar akustik memiliki bagian badan yang berlubang (hollow body) dan dapat menghasilkan suara yang relatif cukup keras tanpa penguatan elektrik. Bunyi dari gitar akustik dihasilkan dari getaran senar yang mengalir antara tulang leher (nut) dengan jembatan (brigde) yang kemudian diperkuat oleh bagian badan gitar yang bertindak sebagai lubang resonansi.

Lubang resonansi pada umumnya berupa lubang berbentuk lingkaran terletak di tengah badan gitar. Tapi sesuai perkembangan zaman dan tuntutan estetika lubang resonansi tidak hanya berbentuk lingkaran, tetapi juga bisa berupa kaligrafi seperti yang diperkenalkan oleh CC Guitar dengan Calligraphy Series yang mengambil karakter kanji (China, Japan).

Terdapat beberapa subkategori dari pengelompokan gitar akustik, di antaranya:

Pengelompokan gitar akustik juga memasukkan gitar akustik yang memiliki tingkatan jangkauan nada yang berbeda, seperti gitar bass akustik yang memiliki setem yang sama dengan gitar bass elektrik.

Gitar listrikSunting

Gitar listrik (juga "gitar elektrik") adalah gitar yang dirancang agar bunyi yang dihasilkan dapat diperkuat secara elektrik dan jika dimainkan tanpa penguatan tersebut akan menghasilkan suara yang relatif lemah. Komponen utama pada gitar elektrik adalah pickup. Pick up Elektromagnetik menangkap dan mengubah getaran senar ke dalam bentuk sinyal, yang kemudian diteruskan ke pengeras suara melelui medium kabel atau gelombang radio. Suara yang dihasilkan seringkali dimanipulasi sedemikian rupa menggunakan peralatan elektronik tambahan maupun distorsi alami dari tabung vakum di dalam pengeras suara. Terdapat dua jenis pickup magnetik, yaitu pickup kumparan tunggal (single coil) dan pickup kumparan ganda (double coil atau humbucker), di mana setiap pickup dapat diatur aktif atau pasif. Pickup pertama yang berhasil digunakan pada gitar dikembangkan oleh George Beauchamp pada 1931, diamana saat itu ia masih menggunakan badan gitar yang berlubang (hollow-body). Setelah Perang Dunia II, barulah gitar elektrik badan-padat (solid-body) dipopulerkan oleh Gibson yang bekerjasama dengan Les Paul, serta oleh Leo Fender yang bekerja secara independen.

Beberapa model gitar elektrik menggunakan pickup piezoelektrik, yang berfungsi sebagai transduser untuk menghasilkan suara yang relatif mirip dengan gitar akustik. Terdapat pula gitar yang mengkombinasikan pickup magnetik dan pickup piezoelektrik yang bernama hybrid guitars.[2]

Gitar Elektrik 7 Senar / Seven Strings GuitarSunting

Sejarah Gitar Senar 7 atau yang biasa disebut Seven Strings Guitar, Awalnya bermula di Rusia dan Brasil gitar. Standar Tunning gitar 7 string adalah B-E-A-D-G-B-E. Gitar Senar Tujuh biasanya digunakan paga genre musik rock dan jazz.

Band yang gitarisnya menggunakan Gitar 7 Senar antara lain adalah Dream Theater, Devin Townsend, Fear Factory, Steve Vai, Scribe, Trivium, Korn, Limp Bizkit, Deftones, Behemoth, Nevermore, Tesseract, Sedangkan Gitaris Terkenal yang mengusung jazz degan 7 String adalah George Van Eps, Bucky Pizzarelli, John Pizzarelli, Howard Alden, Ed Laub, Lenny Breau, Jimmy Bruno, dan Diane Hubka.

Berikut adalah Daftar atau Jenis-jenis tunning atau stem Gitar dengan 7 senar:

Nama TuningLow7654321High
7 String RockBEADGBE
7 String JazzAEADGBE
7 String BreauEADGBEA
7 String HunterADADGBE